KARTARLA | Sambeng – Rumah Sakit Mata KMU Lamongan di bawah naungan Eyelink Group menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata gratis bagi pemuda dan masyarakat di Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Selasa (29/9).
Kegiatan Corporate Social Responsibility atau CSR ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Karang Taruna Kabupaten Lamongan dalam rangkaian agenda Upgrading Pengurus Karang Taruna sekaligus memperingati Bulan Bakti Karang Taruna yang jatuh pada bulan September.
Aksi kepedulian kesehatan mata ini rencananya akan terus berlanjut dan menyasar lima kecamatan di wilayah Kabupaten Lamongan.
Baca Juga : Peringati Bulan Bakti, Katang Taruna Desa Drajat Bersama RS Mata KMU Gelar Pemeriksaan Mata Gratis
Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Lamongan, Rislu Mukhtadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada RS Mata KMU dan Eyelink Group yang konsisten hadir dan berkolaborasi dalam aksi kepedulian sosial bersama pemuda.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada RS Mata KMU yang selama ini intens berkolaborasi dengan Karang Taruna. Terima kasih juga kepada seluruh elemen dari Dinas Sosial Kabupaten Lamongan serta Pemerintah Kecamatan Sambeng yang telah memfasilitasi tempat, waktu, dan dukungannya. Pelatihan dan aksi sosial ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemuda sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rislu.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, tim medis RS Mata KMU dan Eyelink Group tidak hanya melakukan screening pemeriksaan tajam penglihatan dan inspeksi kesehatan mata luar, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga organ penglihatan sejak dini.
Baca Juga : Peringati Bulan Bakti, Katang Taruna Desa Drajat Bersama RS Mata KMU Gelar Pemeriksaan Mata Gratis
Masyarakat dan pemuda diajak untuk mengenali struktur anatomi mata seperti kornea, lensa, retina, hingga saraf optik, serta memahami berbagai gangguan penglihatan yang kerap dialami seperti miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, astigmatisme atau mata silinder, hingga presbiopia yang umum dialami warga usia di atas 40 tahun.
Tim RS Mata KMU, Leo menjelaskan bahwa perkembangan teknologi medis saat ini telah menyediakan berbagai metode penanganan kesehatan mata yang disesuaikan dengan usia dan kondisi medis pasien.
“Untuk kelompok anak dan remaja, dapat dilakukan tindakan pengendalian laju minus melalui terapi Orthokeratology atau Ortho-K, lensa RGP, atau tetes mata atropin sesuai panduan dokter. Pada usia dewasa, pilihan terapi mencakup Laser Vision Correction seperti ZEISS SMILE, Femto LASIK, dan PRK, maupun prosedur penanaman lensa intraokular EVO ICL tanpa mengikis jaringan kornea. Sedangkan bagi pasien di atas usia 40 tahun atau lansia, tersedia metode Presbyond, Refractive Lens Exchange, hingga operasi katarak modern,” ujar Leo.
Selain gangguan refraksi, pemeriksaan ini juga bertujuan mendeteksi penyakit mata berisiko tinggi sejak dini seperti katarak, glaukoma yang berkaitan dengan kerusakan saraf optik, hingga retinopati diabetik akibat komplikasi diabetes.
“Pemilihan terapi pengobatan maupun tindakan koreksi penglihatan harus didasarkan pada pemeriksaan medis yang komprehensif oleh dokter spesialis mata agar hasilnya tepat dan aman bagi setiap pasien,” imbuhnya.

