KARTARLA | Lamongan – Eksistensi generasi muda dalam melestarikan kearifan lokal melalui sentuhan inovasi modern kembali menorehkan tinta emas di tingkat nasional.
Elsye Glory Islamik (21), kader produktif yang menjabat sebagai Anggota Bidang Kepemudaan, Seni, Olahraga dan Budaya (KSOB) Karang Taruna Kabupaten Lamongan, sukses meloloskan proposal bisnis kreatifnya dalam program pendanaan bergengsi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikti 2026.
Mahasiswi program studi Akuntansi Universitas Islam Lamongan (Unisla) asal Dusun Pandanan, Desa Sugio ini mengusung inovasi berupa “LOKARA” (Local Culture Board Game), sebuah media permainan papan interaktif yang dirancang khusus sebagai sarana edukasi budaya nusantara bagi generasi muda.
Keberhasilan Elsye menembus pendanaan nasional ini diraih melalui jalan yang panjang dan kompetitif. Di bawah bimbingan dosen Unisla, Levia Inggrit Sayekti, S.E., M.M., Elsye bersama timnya yang beranggotakan tiga orang harus melewati rangkaian riset mendalam, penyusunan konsep mekanik permainan, hingga penulisan proposal bisnis yang matang.
Tim asal Lamongan ini dipaksa bersaing ketat dengan sedikitnya 3.005 draf proposal yang masuk dari 570 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia sebelum akhirnya dinyatakan lolos seleksi final.
“Motivasi terbesar saya adalah berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal melalui cara yang inovatif dan dekat dengan generasi muda. Saya percaya bahwa budaya akan lebih mudah dikenalkan jika dikemas secara kreatif, edukatif, dan menyenangkan melalui LOKARA,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara yang memiliki hobi traveling dan memasak ini.
Baca Juga : Rawat Budaya dan Gerakkan UMKM, Karang Taruna Tunas Harapan Drajat Gelar Pawai Obor 1 Muharram
Rekam jejak alumni SMA Muhammadiyah 10 Sugio ini di dunia kepemudaan sejatinya memang tergolong mentereng. Sebelum mengamankan pendanaan P2MW, ia tercatat pernah terpilih sebagai Delegasi Duta Inovasi Tingkat Nasional serta sukses menembus jajaran 5 Besar Finalis Pemuda Pelopor Kabupaten Lamongan 2026 di Bidang Sosial Kemasyarakatan.
Pasca-pengumuman pendanaan, Elsye menegaskan target jangka pendek timnya adalah merealisasikan produksi fisik LOKARA secara masif guna memperluas jangkauan distribusi ke institusi sekolah, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum.
Selain itu, dirinya tengah mempersiapkan strategi matang agar LOKARA dapat menembus panggung KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) Expo 2026 sebagai representasi karya terbaik daerah di level nasional.
Baca Juga : Semarakkan Sedekah Bumi Desa Trepan, Karang Taruna Marsudi Utomo Gelar Santunan Anak Yatim
“Kami berharap besar dan mengusahakan LOKARA ini bisa lolos kembali di KMI EXPO 2026 sehingga kita bisa memperkenalkan LOKARA ini langsung di tingkat nasional dan langsung bertemu dengan teman-teman di Indonesia untuk memperkenalkan dan sharing bersama,” tambahnya optimis.
Di sisi lain, prestasi berskala nasional yang ditorehkan oleh fungsionaris Bidang KSOB Karang Taruna Kabupaten Lamongan ini diharapkan mampu memberikan dampak domino (multiplier effect) positif bagi soliditas dan iklim produktivitas roda organisasi di seluruh tingkatan wilayah Lamongan.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pemuda Karang Taruna mampu menciptakan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan dampak bagi pelestarian budaya. Keberhasilan pendanaan P2MW Kemendikti lewat LOKARA diharapkan menjadi motivasi bagi anggota Karang Taruna lainnya untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mengangkat potensi budaya daerah, khususnya Kabupaten Lamongan,” pungkasnya.

