Kalitengah – Banjir yang merendam wilayah Kabupaten Lamongan tak menyurutkan semangat kemanusiaan warga.
Pada, Rabu (18/02/2026), puluhan anggota Karang Taruna Dharma Bakti bersama warga Dusun Dondoman, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, turun ke jalan untuk melakukan aksi nyata di tengah kepungan air.
Akses jalan utama yang terendam banjir telah melumpuhkan mobilitas harian warga. Menanggapi kondisi tersebut, Karang Taruna Dharma Bakti mengambil inisiatif untuk membangun jalur alternatif sementara.
Baca Juga : Support Ekonomi Lokal, Karang Taruna Dharma Bakti Gelar Aksi Berbagi dan Dukung UMKM
Kegiatan yang dimulai pada pukul 12:30 WIB ini difokuskan pada titik-titik krusial yang menghubungkan pemukiman dengan fasilitas publik.
Material sederhana seperti batu dan bambu digunakan untuk menyusun jalan darurat agar warga tetap bisa beraktivitas.
Ketua Karang Taruna Dharma Bakti, Ainur Rifky, menjelaskan bahwa prioritas utama pembangunan jalan ini adalah untuk menjamin kelancaran akses menuju fasilitas umum yang sangat dibutuhkan warga.
Baca Juga : Aksi Nyata Karang Taruna Pelangi: Dua Hari Kerja Bakti Bersama Warga Perbaiki Jalan Makam Desa German
“Kami fokuskan agar warga tetap bisa menuju Masjid, Sekolah, dan lingkungan Pondok Pesantren di sekitar sini. Meski banjir, jangan sampai kegiatan ibadah dan pendidikan anak-anak terhenti total,” ujar Ainur Rifky di sela-sela kegiatan.

Aksi gotong royong ini dimulai dengan pengumpulan material secara swadaya. Warga dan pemuda berbagi tugas dengan sigap:
Dalam tahapannya dimulai penataan batu untuk mengeraskan dasar jalur agar tidak licin, pemasangan bambu sebagai penguat struktur jalan di area yang genangannya cukup dalam.
Serta yang terakhir pemetaan jalur memastikan rute yang diambil adalah yang paling aman untuk dilalui kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.
Baca Juga : Aksi Karang Taruna Waskita Babat, Edukasi Kebersihan Sungai Lewat Event Mancing Happy 2026
Suasana kebersamaan tampak kental sepanjang kegiatan. Meski bekerja di bawah kondisi lingkungan yang sulit, tawa dan semangat saling membantu membuat pengerjaan yang dilakukan secara bertahap ini terasa lebih ringan hingga jalan bisa segera dilalui.
Selain solusi teknis terhadap masalah banjir, kegiatan ini membawa misi memperkuat solidaritas sosial.
“Harapan kami, jalan alternatif ini bisa membantu mobilitas harian warga sampai banjir benar-benar surut. Ini adalah wujud nyata bahwa dengan gotong royong, beban seberat apa pun—termasuk bencana banjir—bisa kita hadapi bersama,” tutup Ainur Rifky. (Rif)

