Solokuro – Momen libur Natal di Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, tahun ini terasa sangat berbeda dan penuh antusiasme. Waduk Desa Bluri menjadi pusat perhatian ratusan pasang mata saat Karang Taruna Bina Remaja Desa Bluri menggelar Event Lomba Mancing Umum yang berlangsung pada Kamis, (25/12).
Sejak pagi pukul 09.00 hingga sore hari, suasana di pinggiran waduk dipadati oleh sekitar 100 pemancing yang datang dari berbagai penjuru, mulai dari warga lokal, lintas kecamatan, hingga luar kabupaten.
Perlombaan yang digagas oleh para pemuda kreatif ini merupakan ajang kedua yang dilaksanakan oleh Karang Taruna setempat.
Setelah sebelumnya sukses mengadakan lomba mancing khusus untuk warga lokal sebulan yang lalu, kali ini panitia membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat umum.
Baca Juga : Alihkan Energi ke Lapangan, Karang Taruna Desa Pangkatrejo Sukses Gelar Tunas Harapan Cup 2025 Maduran
Ketua Panitia, M. Febri Fawaid, M.T., menuturkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyiapkan lebih dari dua kuintal ikan yang ditebar ke dalam waduk. Hal ini guna menjadi daya tarik utama yang memicu semangat sportivitas para peserta untuk mendapatkan tangkapan terbaik.
“Satu hal yang paling menarik perhatian dan memberikan kesan luar biasa dalam kompetisi kali ini adalah kehadiran salah satu peserta yang berasal dari negara Suriah,” terang Febri.
Partisipasi peserta mancanegara ini sontak menambah semangat para panitia untuk terus berbenah dan memberikan fasilitas terbaik bagi para pecinta joran.
Baca Juga : Support Ekonomi Lokal, Karang Taruna Dharma Bakti Gelar Aksi Berbagi dan Dukung UMKM
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Kapolsek Solokuro, jajaran perangkat desa, serta Kepala Desa Bluri turut menambah kemeriahan acara, meski kehadiran pimpinan desa sempat terhambat karena agenda lain yang bersamaan.
Setelah persaingan ketat hingga pukul 16.00 WIB, daftar pemenang akhirnya diumumkan dengan hasil yang cukup mengesankan.
“Pada kategori bobot satu ikan terbesar, Angga keluar sebagai juara pertama dengan tangkapan seberat 2,00 kilogram, disusul oleh Eko di posisi kedua dengan berat 1,14 kilogram,” tambahnya.
Sementara itu,untuk kategori total bobot tangkapan terberat secara keseluruhan, Eko tampil mendominasi dan meraih juara pertama dengan total berat mencapai 9,48 kilogram, diikuti oleh Gunawan di posisi kedua dengan total 4,32 kilogram.
Baca Juga : Dukung Pembangunan Menyeluruh, Karang Taruna Lamongan Hadiri Pengukuhan Komda Lansia 2025-2030
Ketua Karang Taruna Bina Bangsa Desa Bluri, Anas Fadlol Firdaus, bersama seluruh anggotanya menaruh harapan besar melalui kegiatan ini. Selain menjadi wadah penyaluran hobi bagi para pemancing mania, acara ini juga dirancang sebagai sarana rekreasi di tengah momen liburan Natal.
“Lebih dari sekadar mengejar hadiah, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menjalin ukhuwah antar penghobi dan mempererat rasa persaudaraan sesama pemilik joran,” ujarnya.
Dengan terciptanya harmonisasi dalam dunia mancing di Kabupaten Lamongan, Karang Taruna Desa Bluri berkomitmen untuk terus menghidupkan potensi desa melalui kegiatan kepemudaan yang positif.

