Srikandi Pengurus Karang Taruna Lamongan Unjuk Gigi, Produk UMKM Ansa Tikar Tembus Pasar Ekspor

KARTARLA | LamonganGerakan pemuda berdaya secara ekonomi bukan sekadar slogan di Kabupaten Lamongan. Melalui ajang Lamongan EXPOrtiva 2026 (Batch 3) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan pada 10 hingga 14 Juni 2026 di Sport Center Lamongan (SCL/GOR), salah satu produk kreatif unggulan hasil buah tangan pengurus Karang Taruna Kabupaten Lamongan sukses mencuri perhatian karena rekam jejaknya yang rutin melanglang buana ke pasar internasional.

Produk tersebut adalah kerajinan tikar tenun tradisional bermerek Ansa Tikar (Tikar Ansa). Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini dinakhodai oleh Alda Nur Sa’adah, seorang srikandi muda yang juga aktif mengemban amanah sebagai pengurus Karang Taruna Kabupaten Lamongan di Bidang Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan.

Baca Juga ; Hadiri Peningkatan Kapasitas Pilar Sosial, Karang Taruna Lamongan Berkomitmen Gencarkan Pemberdayaan Masyarakat

Kehadiran Ansa Tikar di pameran ini menjadi bukti nyata keselarasan gerakan pemuda dengan program prioritas Pemkab Lamongan dalam mendukung pengembangan ekspor, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, sekaligus menyosialisasikan 15 Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Lamongan.

Ajang bergengsi ini dibuka langsung secara seremonial oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), pada Rabu (10/6/2026). Menandai dibukanya pameran, Pak Yes memberangkatkan 5 buah truk kontainer bermuatan komoditas unggulan Lamongan dari halaman GOR Lamongan untuk langsung diekspor ke berbagai belahan dunia.

Kelima truk kontainer tersebut mengangkut produk olahan ikan PT Bumi Menara Internusa (BMI), alas kaki dari PT Buildyet Indonesia dan PT Shoetown Mustika Indonesia, serta produk furnitur dari PT Quality Works. Hebatnya, produk UMKM perwakilan Lamongan turut serta dalam rombongan ekspor ini, termasuk Kain Tenun Ikat Paradila, Koko Nono (olahan keripik), Kirana Food (bawang goreng), dan Tikar Ansa milik Alda Nur Sa’adah.

Baca Juga ; Karang Taruna Kabupaten Lamongan Gelar Reorganisasi, Fokus Perampingan Struktur dan Reshuffle Pengurus

Kontainer industri manufaktur tersebut bertolak menuju kawasan Amerika, Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Sementara untuk produk perwakilan UMKM unggulan, termasuk Tikar Ansa, siap mendarat di pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Dubai, hingga Somalia.

Alda menceritakan bahwa perjalanan Ansa Tikar dalam mengepakkan sayap ke pasar global sejatinya sudah dirintis sejak tahun 2024 lalu.

“Alhamdulillah, sejak memulai ekspor pertama kali di tahun 2024, saat ini kami sudah rutin melakukan pengiriman ke luar negeri kurang lebih sebulan sekali,” ungkap Alda di sela-sela pameran.

Konsistensi pengiriman setiap bulan ini membuat volume ekspor Ansa Tikar tumbuh sangat stabil. Dalam kalkulasi tahunan, bisnis kerajinan yang digerakkan oleh kader muda Karang Taruna ini mampu mengirim sebanyak 5.000 hingga 10.000 pcs tikar tenun benang per tahunnya.

Baca Juga : Kado Indah Hari Pendidikan Nasional: Karang Taruna Modo Berhasil Mediasi Anak Putus Sekolah Kembali ke Bangku Belajar

Tren positif ini senada dengan penuturan Bupati Yuhronur Efendi. Pak Yes menegaskan bahwa pelepasan ekspor massal ini menjadi indikator kuat bahwa iklim investasi dan perdagangan di tingkat lokal berjalan sangat dinamis dan progresif.

“Ini membuktikan bahwa kegiatan ekonomi di negeri kita, geliat ekonomi di Jawa Timur, geliat ekonomi di Kabupaten Lamongan ini menunjukkan dinamika yang cukup baik. Kabupaten Lamongan secara angka ekspor yang kita lakukan semakin tahun semakin naik, ini juga menunjukkan bahwa banyak potensi yang bisa kita gunakan untuk melakukan perdagangan ekspor,” ungkap Pak Yes bangga.

Dukungan penuh terhadap ekosistem ekspor ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Asep Munandar. Ia menilai Lamongan EXPOrtiva menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Otoritas Bea Cukai sendiri terus berkomitmen menyiapkan instrumen berupa fasilitas kepabeanan, seperti Kawasan Berikat, untuk mengaselerasi bisnis industri di Lamongan.

Baca Juga : Usung Slogan “Nahkoda Baru Semangat Baru”, Pengurus Karang Taruna Putra Harapan Desa Latukan Resmi Dilantik

Asep memaparkan, kontribusi perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat di Lamongan—seperti PT BMI, PT Buildyet Indonesia, PT Shoetown Mustika Indonesia, dan PT Citi Plumb—telah mencatatkan performa makro yang luar biasa bagi perekonomian daerah dan nasional.

“Dalam catatan kami hingga Mei 2026 ini, perusahaan-perusahaan tersebut telah berhasil menyerap 12.017 tenaga kerja Indonesia dan menghasilkan devisa ekspor sebesar lebih dari Rp965 milyar. Ini memberikan multiplier effect yang nyata, baik itu dari sisi angka ekspor yang tinggi, kemudian penyerapan kesempatan tenaga kerja, serta juga tentunya akan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, dan berkontribusi nyata terhadap penerimaan devisa negara,” terang Asep Munandar.

Gelaran Lamongan EXPOrtiva 2026 ini menjadi ruang pamer yang masif. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, melaporkan bahwa pameran kali ini diikuti oleh 22 tenant yang merepresentasikan 15 program prioritas Kabupaten Lamongan serta pameran produk industri unggulan.

Baca Juga : Karang Taruna Marsudi Utomo Desa Trepan Sukses Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Peternakan Ayam Petelur

Pameran juga menyediakan stan pelayanan dari lembaga eksternal, seperti Ekspor Center Surabaya dan Bea Cukai Gresik, guna membantu para pelaku usaha lokal berkonsultasi mengenai teknis perdagangan luar negeri. Selain itu, ada 60 tenant lainnya yang disiapkan khusus untuk menampung produk jasa dan produk kreatif UMKM asli Lamongan.

“Harapannya melalui pameran ini, kita dapat memfasilitasi para pelaku industri dan UMKM untuk semakin mengembangkan usahanya di kancah internasional,” ujar Anang Taufik.

Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung kualitas ekspor dari produk Ansa Tikar serta mencicipi aneka kuliner dan produk unggulan Lamongan lainnya, pameran ini masih berlangsung hingga Minggu, 14 Juni 2026 di Sport Center Lamongan (SCL), dibuka mulai pukul 14.00 hingga 21.00 WIB.